Hmmmm

Tadi siang keluar kosan beli makan. Masih d gang, ada anak kecil laki2 yg tiba2 berdiri dan berjalan menghampiriku dengan gaya khas *hmm sepertinya aku kenal.. dan aku baru ngeh.. dia berjalan meniru gayaku kalau aku lg sok ceria wkwk

————————————–
Hmm

Jd teringat sekitar satu setengah tahun yg lalu, pas aku sedang berjalan d dalam toko minimarket, ada lawan jenis yg berjalan berpapasan dgku dengan gaya kayak anak kecil laki2 tadi… Hmm pikir2 sepertinya dia meniru gayaku.. Dan pada akhirnya aku sadar..kalau aku sering berjalan dengan gaya alay. Hmm malu sebenernya. Tapi gimana lagi, udah terlanjur. Untungnya, 1,5 tahun ini aku sudah tidak bergaya seperti itu saat berjalan di s****n. Hehe.

Tapi tapi tapi, aku aku takut diingat oi, gara2 gaya jalannya alay. Itu mah pas lagi seneng aja sih wkwk, atau pas lagi biar terlihat seneng. Wkwk, siapa soh yg melihat, kegeeran amat. Di s****n sih, banyak cowo juga yg duduk2 maupun ngumpul, iyalah namanya juga masjid. Hehe.

Hmm.. itu yg menghampiri pikiran aku akhir2 ini. Yaudah, gak usah malu, toh, aku ga minta uang bulanan dari mereka. Wkwk…

Judul-judulan

image

clipartbest.com

Bingung euy, apa judulnya hehe
Berhubung hati lagi sangat bercabang-cabang…eh ciee.. hmm..:(

Kalau setiap hari ada sesuatu yg ditunggu2 mah yah mungkin akan mengurangi kejenuhan…

Misal, punya acara tontonan program televisi favorit
Misal, punya kegiatan apapun lah yg jd moodbooster hehe…

Takut jenuh euy…

Sebenernya yg relatif membuat jenuh ya menunggu
Haha iya.. menunggu…

Aku menunggu jodohku..

Jodoh… cepat datanglah..
Biar aku tak menduga-duga lagi…
Aku takut patah hati, dan kecewa lagi dan lagi karena terlalu banyak menduga-duga..

Setelah bertemu jodoh nanti…
Mohon ya Allah.. agar lebih kuat dan semangat hati ini..

Kumohon ya Allah, agar lebih bersyukur dan bersabar :))

Ya Allah, ……….

Semoga lebih semangat dalam menjaga taqwa…

Lebih produktif….
Dan lebih positif…

Aamiin allahumma aamiin…

Menantimu…entah siapa…

image

Gambar dari Dunia Jilbab

Sumber gambar : Dunia Jilbab

Beginilah rasanya penantian
Saat siang ingin berganti malam
Saat malam ingin segera berganti siang
Bahkan lebih menusuk dari itu
Saat sholat isya ingin segera shokat shubuh lalu ingin segera sholat dzuhur lalu ingin segera sholat ashar lalu ingin segera sholat maghrib
Itulah rasanya disaat weekend
Beruntung kalau saat malam minggu berhasil meramaikan grup-grup tertentu atau grup-grup itu sedang diramaikan orang lain, sehingga aku tinggal nimbrung dan menyaksikan
Itulah grup penghuni asramaku dulu
Alhamdulillah masih saling bersilaturahmi
Penantian oh penantian
Beginikah rasanya penantian
Saat weekend ingin memasuki weekdays dan terus bergantian seperti itu
Saat senin ingin selasa lalu rabu dan seterusnya sampai jumat dan bertemu sabtu minggu lalu senin lagi
Sampai kapan aku menanti-nanti seperti orang kurang kerjaan begini
Sampai kapan aku hanya berangan-angan ingin seperti mereka terus dalam kamar seperti ini
Kapan aku mengurung diri terus seperti ini
Sampai kapan?
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Waktu sholat demi waktu sholat
Pagi siang sore malam shubuh lalu pagi lagi
Siang malam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Rasa-rasanya jika sudah berganti bulan tuh yaa, alhamdulillah banget
November ini sepertinya masih lama
Masih terasa lama sekali
Baru tanggal 6 ini
November apakah suatu saat nanti aku bisa menikmatimu?
Desember, kapankah engkau datang?
Apakah nanti desember engkau seperti bulan-bulan sebelumnya?
Januari, apakah yang akan terjadi padaku ?

Temani aku menanti

Karena syurga itu di rumah

Meski di luar rumah, si laki dan si perempuan sangat berbeda. Si laki2 lebih suka gaul dan ketemu orang2 baru serta suka tampil. Sedangkan si perempuan lebih suka di rumah, kurang suka bertemu dengan orang2 baru dan tidak suka tampil. Bisa juga sebaliknya si perempuan suka tampil dan gaul dan si laki tidak suka tampil dan gaul.

Tapi, asalkan di dalam rumah mereka kompak dan saling mengingatkan dalam hal ketaqwaan serta ibadah, semoga syurga dalam rumah tetap tercipta. Mereka tetap saling memberi rasa nyaman, saling menghargai dan saling menghormati dan saling menjaga perasaan. Dan yang terakhir hehe, menjadi qurrota a’yun. Dan tentunya si lelaki tetap menjadi pemimpin keluarga alias mendidik keluarga hehe.

Allahua’lam…..
Smile 🙂