#TereLiye#3

Rasa sakit di hati, sesak, kesedihan, adalah salah-satu lubang terbaik untuk masuknya pemahaman baru.

Menangis, pun adalah salah-satu momen terbaik untuk melihat sudut pandang baru. Mungkin keputusan-keputusan baru. Perubahan-perubahan positif.

Jadi tersenymlah,

*Tere Liye

#TereLiye#2

Sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri. Dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak.

–Tere Liye, novel ‘kau, aku & sepucuk angpau merah’.

#TereLiye#1

Hidup ini tidak seperti novel, yang kita bisa mengulang halaman pertama kapanpun kita mau. Dalam kehidupan nyata, saat semua kisah tidak lagi asyik, mulai menyakitkan, kita tidak bisa mengulanginya dari halaman pertama lagi.

Tidak tidak mengapa, karena kita selalu bisa membuat tab baru, halaman baru. Selalu bisa

 

*Tere Liye